(Mencari) Keadilan

Berharap masih ada keadilan di antara busuknya ketidakadilan, rasanya seperti membakar tangan dengan api. Kenapa? Saya rasa, jika kami mengambil pilihan lain, maka kami akan menerima manifestasi dari ketidakadilan itu. Secara keseluruhan, ketidakadilan itu sudah lebih besar dari keadilan yang sebetulnya sangat kami butuhkan.

Bukan bermaksud menyombongkan atau memang mungkin terdengar sombong seperti sekarang, tapi apakah dengan adanya mereka akan merusak kami? Mungkin merusak namun dengan perlahan, perlahan dan menusuk tetap lebih sakit daripada langsung hancur.

Mendapat banyak pelajaran dari ketidakadilan jelas kami mendapat banyak dari sana, sangat banyak. Mulai dari bagaimana kami mengontrol emosi, sampai (maaf) memperbudak apa yang perlu dimanfaatkan untuk kepentingan bersama serta mengorbankan perasaan orang lain juga untuk kepentingan bersama.

Memang salah dan benar itu sangat tipis, kalau memang keadilan yang dicari, kami tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti ini. Semacam kami diaj ari untuk menjilat ludah sendiri, kasarnya kami diajari berbuat KEBODOHAN --tapi jelas kami tidak akan menerapkannya.

Jangan terima kebodohan, sesakit apapun Anda harus menerima apa yang memang menjadi balasan untuk keadilan yang Anda emban demi kebaikan. Jangan diam dalam ketidakadilan karena Anda takut ikut terjatuh bersama dalam perihnya mencari keadilan.

"Sesekali korbankanlah perasaan orang lain untuk kepentingan bersama - Kak Diong"

Keegoisan, benarkah sudah wajar?

Kuroko Tetsuya
Terlintas dibenak sendiri, apakah egois itu wajar? Menurut pribadi sendiri, egois itu wajar. Meskipun manusia adalah makhluk sosial, tetapi sekali untuk tidak memikirkan orang lain itu tidak apa, itu menurut saya. Parahnya lagi, egois dianggap sebagai penyakit sosial. Anda bisa bayangkan, jika kita hanya selalu memikirkan orang, berarti secara tidak langsung kita telah mengabaikan kebahagian atau kesenangan untuk diri kita sendiri. Saya bukannya melarang untuk tidak melakukan itu, tapi tolong pikir perasaan Anda juga.

Anda suka tidak? Pastinya tidak. Anda pasti tidak suka menjadi alat bagi orang lain, memang niatnya baik untuk membantu, tapi kurangilah membantu orang lain. Membantu di sini dalam artian yang sempit, maksudnya membantunya untuk hal yang Anda tidak sukai.

Pahami dan Selesaikan

Source: Kolekasi Penulis
Gufkun Online -- Pernahkan Anda merasa dicuekin? Tak dianggap? Tak dihargai? Tak bisa diharagi sama sekali, mari kita bahas bersama. Saya akan memberi sedikit saran yang bagi saya cukup bagus menurut saya -_-"

Pertama, kita harus melihat posisi kita ada di mana. Posisi kita sudah benar atau memang sudah salah dari awal. Jika memang sudah salah dari awal, berarti bukan mereka yang tidak menghargai Anda, tapi Anda yang tidak menghargai keberadaan mereka. Tapi, kalau dari awal kita sudah benar, berarti mereka yang tidak menghargai Anda/kita.



Ketika Anda Dijauhi Semua Orang

Gufkun Online -- Ternyata saat-saat seperti ini saya sedang banyak kata-kata yang ingin saya berikan kepada kalian--silent readers terutama. Disaat kalian merasa bahwa kalian telah dijauhi, dicampakkan, itu bukan berarti ada tak berarti di mata mereka, tetapi diri Anda yang membuat Anda merasa seperti dijauhi mereka.

Menjadi Orang Lain

Source: Koleksi Penulis
"Jangan pernah mencoba untuk menjadi orang lain untuk orang lain yang tidak pernah memerdulikan Anda." (Gufkun)
Ternyata, kalimat yang saya buat sendiri, saya berani langgar. Kenapa saya harus bilang saya melanggarnya? Beberapa hari yang lalu, mungkin juga hari ini. Saya merasa telah mencoba menjadi orang lain, kenapa (lagi)? Karena saya berusaha menjadi humoris, pada sebenarnya itu bukan tipe saya. Saya merasa, orang lain senang terhadap "cerita" yang saya ceritakan, meskipun itu bagian dari kejelekan saya. Saya merasa juga, bahwa saya telah memperlihatkan sisi asli saya, tapi dilain sisi saya merasa itu sebuah perubahan yang lebih tepatnya mencoba menjadi orang lain.

Jadi, untuk kalian yang berusaha menjadi orang lain untuk orang lain yang mungkin spesial, jangan pernah lakukan. Seharusnya, dari awal Anda sudah memperlihatkan bagaimana Anda yang asli. Berubah untuk kebaikan, ya sah-sah saja, tapi untuk terlihat lebih "Wah!" hanya untuk seseorang saja, saya harap jangan.

"Jika kita hidup di atas kritikan orang lain, kita akan terus berusaha menjadi orang lain dari kritikan itu. Jika kita mencoba untuk berubah dari semua perubahan yang ada, itu cukup adil untuk hidup di hari esok." (Gufkun)

Insect

Bagaimana ya? Oh begini saja, saya akan mencoba membuat essay sederhana untuk setiap masalah yang berputar-putar di kepala saya. Mungkin bukan hal yang patut saya sebar luaskan tetapi hal ini bisa membuat orang lain mengerti masalah saya. Meskipun terdengar seperti curhatan tapi ini adalah fakta yang harus diketahui orang lain.

Friendshit!

Ano Hana
Bagaimana pendapat Anda tentang mereka yang selalu menjatuhkan kita, dengan perkataan kurang pantas?

Pasti tidak suka 'kan? Mereka sok mencari celah untuk menjatuhkan kita kapan saja. Apalagi mereka adalah teman yang mulai menusuk dari belakang. Ditambah lagi kita sering atau kadang membantunya tapi tetap melakukan hal menjengkelkan seperti itu.

Apa Tidak Malu?

Kasihan lihat mereka yang pacaran tapi cara pacarannya tidak lazim sekali. Sebetulnya dalam ISLAM tidak ada yang namanya pacaran. Saya kadang mendapatkan kejadian aneh seputar pacaran remaja sekarang (Tidak termasuk saya).

Misalnya si cewek sangat tergila-gila dengan si cowok, ini yang sangat aneh. Ada apa? Adakah Eyang Bubur* di sini? Hahaha bercanda. Rela melakukan apa aja demi sang pacar, rela menjauhi teman-teman cowoknya, katanya pacarnya cemburu. Aneh ya? Tuh pacaran sama anak labil yang baru pacaran.

Ada juga nih, kejadian berpacaran yang sangat mencoreng kehidupan remaja Indonesia. You know lah apa yang saya maksud. Ini sangat tidak pantas, lalu ada juga yang saya dengar, kalau orang tuanya juga tau kalau anaknya begitu.

Pacaran sebenar banyak dampak negatif, tidak ada positifnya. Meski banyak yang menjawab pacaran hanya untuk hiburan semata.

Intinya, tidak usah pacaran! Wanita adalah dasar dari sebuah negara, jika mereka salah langkah fatal akibatnya kepada negara dan cowok juga harus menjaga wanita bukan untuk itu. Tidak ada untungnya, apa kalian tidak malu? 

Maaf kalau menyinggung pihak lain :)

Saat Teman Menjadi Bangsat!

Judul artikel ini memang agak menggambarkan kekecewaan seseorang kepada temannya. Tidak ada kata bangsat sebetulnya, maunya gak usah pakai kata bangsat. Saya juga agak benci dengan orang selalu menggunakan judul artikel ini. Kita sebetulnya tidak boleh langsung menilai orang  tanpa alasan yang jelas.

Ketidakpuasan kepada teman memang seringkali muncul, dan membuat kita agak emosi. Teman juga punya arti penting, tanpa mereka kita takkan mengerti apa pertemanan itu. Saya sering menemukan hal begini, saat saya butuh mereka tidak ada atau acuh tak acuh dengan masalah saya. Tapi, saat mereka butuh, mereka bukan mereka yang saya butuh sebelumnya, sangat berharap untuk saya bantu. Ini pasti agak menjengkelkan, tapi apalah arti sebuah teman kalau gak ada hal seperti itu.

Teman juga sebetulnya harus mengerti keadaan, bukan saja seenaknya langsung ini langsung itu. Kita juga harus pintar-pintar meredam emosi, 'kan gak baik juga kalau masalah kecil dibesar-besarin. Kalau teman kamu menjengkelkan atau sudah sangat keterlaluan gak usah diladenin kalau gak mau. Kalau diladenin biasanya makin menjadi, atau teman yang sok, udah tinggalkan saja, cari teman lain saja.

Hmmm, tapi tergantung kalian bagaimana menyikapi teman-teman yang seperti itu. Sekarang yang jujur dan bohong sangat susah dibedakan, jadi berhati-hatilah memilih teman. Jangan sampai salah arah dan menjerumuskan kalian ke arah yang salah.

Kesimpulannya, teman yang baik adalah mereka yang mengerti keadaan, serta kita akan menjadi teman yang baik bila kita mampu meredam emosi dan juga mengerti keadaan.

Satu Kata, Tapi Memabukkan Remaja

Ah masa? Hmm... Gak juga sih, kata CINTA itu hanya sebuah kata yang mewakili perasaan itu, itu aja. Apa spesialnya ya?

Banyak nih sekarang, jomblo dijadikan tolak ukur. Wah! kok bisa? Ia, kalau gak punya pacar gak laku, atau jomblo itu adalah sebuah gelar yang sangat memalukan bagi remaja yang telah dimabukkan oleh kata CINTA ini. Bagaimana tidak, mereka mampu memiliki lebih dari satu pacar.

Aneh sebetulnya, mereka sudah lupa bahwa cinta sepenuhnya itu untuk Allah SWT. Sekarang sudah dikesampingkan oleh remaja-remaja sekarang, dengan mengatakan "Seluruh cintaku untukmu," kan itu sudah menduakan atau mengingkari Allah SWT.

Jadi, kalau mau pacaran santai aja, kalau omblo juga santai aja. Pacaran itu cuma buang-buang waktu dan tidak memiliki manfaat, cuma dosa, dosa dan dosa. Kok dosa? saya kasih contoh yang paling sering dikatakan, "Pacarku selingkuh atau nggak ya?" kan udah takkabur sama orang lain, DOSA. Belum lagi kalau udah rangkul merangkul, genggam menggenggam, bukan mukhrim loh, DOSA LAGI.

Sekian dan maaf :)

UN?

Hmm... Ini kali kedua saya akan menghadapi UN, yup Ujian Nasional. Sebetulnya UN ini bukan sebuah hal yang memberatkan, tapi bagi saya ini adalah sebuah tantangan yang harus saya lalui. Tapi, kadang ada rasa takut untuk menghadapinya, takut nilai rendah dan susah masuk di sekolah favorit selanjutnya.

Nah! UN tahun ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya, dari hasil try out kemarin, saya cuma berada diperingkat tiga Paling naasnya lagi, sekitar 70% bisa dikatakan di kelas lain belum lulus. Mereka lebih memilih untuk bermain dan membuang waktu mereka tanpa belajar.

Seandainya mereka belajar, pasti hasilnya tidak seperti kemarin. Banyak siswa yang merasa terberatkan dengan adanya UN. Ia memang benar, tapi buat apa merasa seperti itu, kan kita mau melihat seberapa sukses kita memahami dan memperlajari setiap materi  di sekolah.

Banyak juga hanya menghina guru, guru cuma menguasai satu mata pelajaran. Ia memang satu, tapi itukan dimulai saat mereka kuliah mengambil jurusan. Mereka juga pernah SD, SMP, dan SMA, dan mereka juga mungkin mendapatkan UN.

Mulai hari ini, kita nggak usah lagi mengeluh tentang ini. Tapi, tetap optimis dan yakin kita bisa lulus tahun ini.

GANBATTE!!!

Kesempatan Kedua

Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, Tuhan pun selalu memberikan kesempatan kepada hamba-hambanya untuk bertobat. Tapi, saya pernah melewatkan kesempatan kedua saya, yang membuat saya sangat menyesal akan hal itu.

Banyak orang yang mengatakan bahwa kesempatan kedua itu takkan pernah ada. Matematika juga membenarkannya, karena kesempatan hanya datang satu kali. Jika memang demikian kita harus memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik mungkin.

Doc Sane mengatakan, "Kesempatan itu sesuatu yang langka seperti oksigenl; manusia biasa menghirupnya namun banyak yang tidak mengenalinya," Kesempatan kedua memang sangat langka, tapi selangka apapun jika memang orang itu memberikan pasti ada kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan sebelumnya.

Penemu favorit kakak saya, Thomas A. Edison berkata, "Kesempatan itu lebih banyak daripada kemampuan," jadi, setiap yang kita lakukan dengan kemampuan adalah bagian dari kesempatan yang harus kita gunakan sebaik mungkin

Move On

Entahlah kapan saya pertama kali mendengar kata "Move On" tapi yang jelas ini berkaitan erat dengan hubungan spesial. Kadang saya mendengar kata move on dari teman-teman saya yang agak bermasalah dengan hubungannya. 

Sebetulnya banyak cara untuk tidak merasakan susahnya move on. Pertama, jangan jalani hubungan spesial. Kedua, jangan lupakan si doi, biarkan berjalan seperti biasa. Karena jika kita selalu menjauh kita akan rindu, rindu tumbuh menjadi, sayang artinya susah move on.

Move on atau pindah ke lain hati adalah mencoba memulai hubungan baru, bukan? Buat apa susah-susah move on kalau masih marah, jika berbicara mantan. Saya kasih tau, membohongi hati itu sulit (kenyataan). Agak memalukan sebetulnya jika selalu menyembunyikan perasaan, karena sama saja kita dengan lemari yang berisi cangkir-cangkir, lama kelamaan akan berdebu, dan dilihat oleh tamu (Memalukan, bukan?).

Cara Saya Mendefinisikan Seorang Sahabat

Sebetulnya, saya tidak terlalu menanggapi bagaimana saya menentukan sahabat saya itu. Terserah bagaimana dia anggap saya sahabat atau tidak, tapi yang jelas saya menganggap dia sahabat saya, meski dia tidak. Ada banyak pendapat yang saya dapatkan bagaimana sahabat itu. Paling banyak yang saya dengar adalah, "Sahabat selalu ada saat kita membutuhkan."

Pernyataan itu sangat saya tidak terima, karena terdengar seperti kita orang yang egois dan sangat ingin menguasai sahabat kita itu. Sahabat juga seharusnya mengerti bagaimana penkondisian yang tepat untuk memanggil sahabat saat kita membutuhkannya.

Saya selalu melontarkan kalimat ini kepada orang yang ku anggap sebagai sahabat, "Saya anggap kamu sahabat, meski kamu tidak menganggap saya seperti sahabat," tapi dengan jelas juga ia berkata, "Saya tidak menganggapmu seperti itu."

Definisi Cantik

     Cantik itu sebuah hal mutlak. Maksudnya adalah cantik bukan hanya dilihat dari parasnya saja, tapi dari hati dan tutur katanya, Ada banyak kriteria untuk menilai bagaimana perempuan cantik sebenarnya, saya juga tidak bisa sembarang menilai orang. Tapi, saya punya cara tersendiri menilai perempuan, untuk menilai cantik tidaknya (cantik luar dalam).
     
      Kadang, ada perempuan cantik tapi kita malas atau bosan melihatnya, ataupun sebaliknya, ada perempuan jelek tapi kita tidak malas atau bosan melihatnya (tergantung bagaimana cara kalian melihat perempuan itu). Yang banyak dicari adalah perempuan yang cantik ditambah kita tidak bosan-bosan untuk melihatnya (hati-hati dengan pandangan!). Perempuan seperti ini biasa kita sebut dengan perempuan manis, kalau manisnya pas kita akan betah, tapi kalau kelewatan bisa diabetes (hahaha, bercanda). Kadang, juga saya melihat perempuan yang sengaja menggunakan make up yang berlebihan.

       Kriteria saya dalam menilai perempuan cantik tidaknya sebagai berikut :

Biarkan Berlalu

"Biarkan yang lalu tetaplah berlalu, dan jalani hidup seakan kamu meninggalkan besok pagi"

Banyak orang yang selalu mengeluh tentang apa yang terjadi kemarin, itu tidak salah tapi jangan keseringan. Karena jika kita terlalu berpatokan ke belakang, kita akan susah untuk maju. Di sini adalah, bagaimana kita dapat menggambarkan masa depan kita dengan sebuah mimpi, maksudnya adalah kita melirik sedikit ke belakang, apa yang kurang dari kita lalu menafsirkannya melalui sebuah tindakan nyata. Bukan cuma dengan kata-kata yang meyakinkan tapi tidak memiliki bukti.

Jatuh Cinta

          Tadi, waktu di sekolah, saya tidak sengaja bertanya kepada teman saya. Saya bertanya, apakah ia pernah jatuh cinta? Jawaban polos terlontar dengan mudah, "Saya belum pernah jatuh cinta." Orang yang saya tanya ini memang enggan untuk berbicara ke rana yang menuju hubungan percintaan remaja sekarang. Di kelas saya memang banyak yang belum pernah pacaran, karena mereka lebih mementinkan pendidikan, termasuk saya (Ini Jujur). Kalaupun bebicara cinta, pasti jawaban paling relevan adalah cinta kasih kedua orang tua kita. Teman yang saya tanya itu juga mengambarkan perbandingan antara cinta dan orang tua. Ia mulai mengambar sebuah lingkaran besar dan sebuah lingkaran kecil yang terlihat seperti titik di sampingnya. Ia langsung berkata, "Yang besar ini cinta kepada orang tua, dan yang kecil ini untuk orang yang nanti ...."

Dibalik Sebuah Kata Maaf

     Dalam hal ini, biasanya saya sedang mengalami problema yang sudah saya hadapi sebelumnya, dan masih ragu untuk menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan masalah ini. Mungkin, saat akan meminta maaf kita akan merasakan rasa malu (saya saja tak bisa mengelak). Rasa malu itu kadang datang, karena sudah lama tidak berbicara dengan si dia.

     Tapi, kadang ada hal yang saya tidak suka, yakni sifat yang terlalu angkuh untuk memberikan maafnya, "Memaafkan lebih baik daripada meminta maaf," tapi mau apalagi? mungkin orang itu sudah terlalu dendam dan tidak suka lagi ditambah tak ingin berteman lagi dengan kita. Jika itu yang dia mau? Silahkan tinggalkan.

    Biarkan dia berpegang kukuh pada pendiriannya, tapi kalian jangan sekali-kali membalasnya dengan hal yang sama. Karena, kalian tidak berbeda dengan dia yang marah kepada kita. Ada beberapa hal yang harus kita tingkatkan di sini, yaitu :

Hal Kecil Bisa Saja Jadi Masalah

      Berdasarkan pengalaman saya, sebuah hal kecil mampu membuat masalah.  Coba kita bandingkan masalah kecil itu dengan sebuah kertas. Kenapa dengan kertas?

  1. Kertas itu benda yang mudah rusak
  2. Kertas itu memiliki banyak kegunaan
  3. Kertas itu putih bersih
'Kan itu sudah pada dasarnya? mari saya jelaskan satu persatu :)
  • Pertama ::
Kertas itu mudah rusak, begitu juga dengan pertemanan mudah rusak. Hal yang menyinggung itu bisa saja menjadi masalah yang berlarut-larut. Apalagi jika yang tersinggung itu adalah wanita atau perempuan, masalah sangat panjang dan bisa tak terselesai jika tak ada jalan keluar di antara kedua bela pihak. Di sini muncullah sifat egois yang berlebihan. :)


Senyuman

Indahnya Senyuman
         Senyuman adalah hal paling mudah yang dapat kita lakukan di dunia ini, dan senyuman juga sebagian dari ibadah. Banyak keajaiban dengan sebuah senyum, tapi jangan terlalu keseringan tersenyum tanpa ada sebab, nanti kita dikira orang gila. Senyum hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.

      Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang lagi terlihat?  Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan diwajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu.  Banyak wajah yang daerah di antara dua matanya mengkerut.  Menyeramkan dan tampak garang. Duh....