Early November

WOW!

Walaupun belum seberapa, tapi kegiatan hari ini sudah buat saya pusing sekali. Bukan merasa hebat, tapi pada kenyataan lapangan ada banyak yang belum bisa disempurnakan oleh teman-teman yang lain.

Saya pernah bilang seperti:

"Saya akan memberikan kepercayaan kepada mereka, jadi saya tidak perlu khawatir"

Sialnya, kalimat di atas ternyata tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi di lapangan. Banyak bagian yang harus diperbaiki. Banyak hal yang sangat kurang, bahkan persentasinya sangat kecil. Jadi, pengalaman hari ini akan saya selesaikan.

You Know-lah

Halo gan :)

Assalamu'alaikum...

Setidaknya saya punya waktu untuk menulis ini ditengah waktu saya yang lumayan luang untuk saat ini. Pernah berpikir juga, "Semakin dekat dengan sesuatu yang lebih menantang, tapi pasti penuh pelajaran." Saya tidak akan menyebutkannya, cukup kalian tahu kalau ini membuat saya agak tidak percaya dengan kemampuan diri saya.

Saya hanya seorang siswa di sebuah sekolah negeri di Bulukumba, tidaknya hanya itu, saya juga tidak memiliki prestasi yang cukup membangga, tapi in shaa Allah akan membuat prestasi juga. Mari kesampingkan tentang itu, mari kita pindah ke sebuah kejadian yang tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang saya cerita di atas.

Hari ini pertama masuk sekolah, sudah kelas XI (Prok prok prok) sayangnya, teman kelasnya itu-itu saja. Tidak masalah karena punya banyak kelebihan, bisa menerapkan kembali apa yang ada di kelas sebelumnya, tidak enaknya tau sendiri. Bukan masalah temannya, tapi sesuatu yang memang agak memberatkan, kekompakannya, memang sih rasanya agak malas karena memang kurang ada yang sadar dan saling membantu. Wali kelas saya tadi bilang, "Jangan ada yang berblok-blok," dalam hati saya jawab, "Ibu belum tau, hahaha."

Oh ya, kami sudah jadi senior, hihi masih ada kakak kelas XII sih. Setiap generasi memang punya ciri khas, tapi tidak masalah, saya atau kami juga punya ciri khas masing-masing :3

Udah gini aja, jaa...

(Mencari) Keadilan

Berharap masih ada keadilan di antara busuknya ketidakadilan, rasanya seperti membakar tangan dengan api. Kenapa? Saya rasa, jika kami mengambil pilihan lain, maka kami akan menerima manifestasi dari ketidakadilan itu. Secara keseluruhan, ketidakadilan itu sudah lebih besar dari keadilan yang sebetulnya sangat kami butuhkan.

Bukan bermaksud menyombongkan atau memang mungkin terdengar sombong seperti sekarang, tapi apakah dengan adanya mereka akan merusak kami? Mungkin merusak namun dengan perlahan, perlahan dan menusuk tetap lebih sakit daripada langsung hancur.

Mendapat banyak pelajaran dari ketidakadilan jelas kami mendapat banyak dari sana, sangat banyak. Mulai dari bagaimana kami mengontrol emosi, sampai (maaf) memperbudak apa yang perlu dimanfaatkan untuk kepentingan bersama serta mengorbankan perasaan orang lain juga untuk kepentingan bersama.

Memang salah dan benar itu sangat tipis, kalau memang keadilan yang dicari, kami tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti ini. Semacam kami diaj ari untuk menjilat ludah sendiri, kasarnya kami diajari berbuat KEBODOHAN --tapi jelas kami tidak akan menerapkannya.

Jangan terima kebodohan, sesakit apapun Anda harus menerima apa yang memang menjadi balasan untuk keadilan yang Anda emban demi kebaikan. Jangan diam dalam ketidakadilan karena Anda takut ikut terjatuh bersama dalam perihnya mencari keadilan.

"Sesekali korbankanlah perasaan orang lain untuk kepentingan bersama - Kak Diong"

Butuh Pemersatu

Mungkin banyak pemikir untuk membantu saya mengurangi kesenjangan yang ada di kelas. Kita tidak butuh orang yang mementingkan dirinya sendiri, kita butuh orang yang mau perubahan. Satu perubahan kecil sudah cukup untuk mengurangi kesenjangan yang ada di kelas. Meskipun saya juga punya masalah dengan beberapa orang yang ada di kelas, ini bukan berarti saya juga tidak mau membantu, malahan saya juga mau memperbaiki apa yang menjadi kekurangan di kelas. Apalagi tidak adanya rolling kelas saat penaikan kelas.

"Ah, tidak baek sekali, tidak ada rolling kelas," mungkin kalimat itu sudah mengambarkan ketidaksenangan beberapa anggota kelas dengan keputusan sekolah. Maka dari itu, saya butuh orang yang harus menjadi perintis pemersatu di kelas. Susah memang, masalah yang kompleks dari sikap apatis menjadi tantangan berat untuk saya dalam melaksanakan tujuan yang (sangat) mulia ini.

X Pem. MIPA 1 (KOMPAS) Butuh Pemersatu

   Kita melihat, bahwa banyak masalah memang menjadi ajang untuk menambah pengalaman dan kedewasaan, tapi apalah gunanya masalah kalau cuma menambah masalah dan lebih ruwet lagi. Lebih ruwet, lebih dewasa, TIDAK! Kompas butuh satu orang perintis pemersatu agar semua menjadi sangat menyenangkan di kelas.

   Pertama, terasanya kesenjangan. Mungkin adanya perbedaan persepsi antara kelompok bagian depan dan kelompok bagian belakang. Permasalahan ini terjadi karena kurangnya komunikasi dan saling kerja sama antar kelompok. 

   Kedua, pilih-pilih teman. Tak bisa banyak yang melakukan ini. Bukan bagaimana, ini tentang bagaimana mendapat nama di kelas, dalam artian mereka berteman dengan yang mudah terkenal, ikut terkenal! Tolong, hentikan.

#50thGraduationOfSmansaBulukumba

Assalamu'alaikum dan selamat pagi!

     Setelah kemarin melaksanakan acara penamatan dan perpisahan SMA Negeri 1 Bulukumba di gedung JSN rasa lelah masih ada. Hehe, tapi semua itu terbayar dengan kelancaran acara. Meski beberapa insiden kecil yang mmebuat pusing, tapi tidak terlalu menganggu jalannya acara.

Tanggal 16 Mei 2014,

     Kami semua, pengurus OSIS dan beberapa guru datang ke JSN untuk mendekorasi beberapa bagian gedung dan merapikan kursi yang telah kami pesan.

Setelah Merapikan Kursi
       Setelah semua kursi tersusun, sekitar pukul 5 sore, kami mengangkut sofa dari beberapa tempat; ruang kepala sekola dan rumahnya kak Amirul.

    Kemudian, semua susun tempat sudah selesai sekarang tinggal menunggu pendekorasian ruangan. Kata kak Aris, kalau orang yang mendekor akan datang malam hari, dia katanya lebih suka bekerja sendiri dan sunyi --pppfff.

     Karena adanya persembahan dari pengurus OSIS, yakni paduan suara yang diikuti beberapa teman dan sudah berlatih selama beberapa hari sebelum hari H. Ada juga penampilan dari Band Acoustic dari kakak kelas XII yang sangat keren WOW.

Classmate?

Hoho... Baru bisa posting lagi. Soalnya lagi sibuk sama urusan sekolah dan beberapa masalah pribadi. Lagi-lagi posting jam begini, mana ada yang baca? Ckckck... Nggak apalah, daripada nggak sama sekali.

Kali ini akan membahasa sesuatu yang agak sensitif.

APATIS (Apathy)

Pasti tau dong, ya tidak peduli, masa bodoh! Ah! Terkadang kalau dengar kata yang satu ini, saya biasa teringat dengan teman seperjuangan di Kampus SMANSA. Mereka itu seperti apa ya, mereka itu menjengkelkan. Entah bagaimana cara supaya mereka itu tidak masa bodoh.

HARDIKNAS

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Berharap pendidikan di Indonesia lebih maju dan menciptakan generasi yang berlandaskan IMTAQ yang baik :D

Kalian tahu? Hari ini saya mengikuti upacara Hardiknas di Lapangan Pemuda Kab. Bulukumba. Menggunakan seragam putih abu-abu dan almamater OSIS, saya berbaris dengan teman-teman yang lain, yang jelas tidak jauh dari moodbooster :'D

Motivasi

Source: Koleksi Penulis
Kegagalan adalah hasil dari ketidakpercayaan diri kita kepada diri kita sendiri. Di saat kita mulai tak percaya dengan diri kita, kita akan selalu merasa kita adalah beban bagi semua orang. Hal seperti itulah, yang mendorong seseorang untuk menjauh dari kehidupan sosialnya sebagai manusia sosial. Kadang, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri itu. Di antara mereka ada yang sering ikut berbagai organisasi yang membuatnya menjadi lebih aktif dan menjadi manusia sosial diorganisasinya. Mereka juga biasa merasa ragu atau pun canggung untuk memulai sebuah percakapan tentang sesuatu. 

Puisi: Seonggok Sampah

Hinar binar perkotaan jauh di sana
Berhias lampu berwarna-warni di setiap sudut
Mereka berlalu lalang ke sana ke sini
Jika kita melihat satu bagian kecil di ujung sana

Seonggok sampah tak bernilai
Dingin, sendiri, tanpa cahaya, dan tersembunyi
Tak ada yang perduli dengan sampah ini
Harus kuapakan? Haruskah melenyapkannya?

Bagaimana kalau mereka berguna? Berharga?
Sampah mungkin terlihat seperti itu
Sama sekali tak berguna dan berharga!
Jadi, buat apa disimpan? Lenyapkan!

Sampah tak berguna seperti mereka harusnya sudah mati!
Mati di depan sampah-sampah lainnya
Biar mereka ketakutan!
Agar mereka sadar, mereka tak berguna!

DIKLAT DIKSAR PASKIBRA SMA Negeri 1 Bulukumba

Assalamu'alaikum dan selamat malam semuanya!
Bagaimana kabarnya?
Baru ada waktu buat nge-post karena beberapa hari sangat sibuk (Syailah xD). Meskipun saya masih capek karena pelantikan tadi, saya tidak apa-apa. Saya mau berbagi cerita kepada kalian semua, mengenai "DIKLAT DIKSAR PASKIBRAKA SMA Negeri 1 Bulukumba".

Hari pertama:
Hari pertama itu masih cukup mudah, karena kami hanya menerima materi dan pembukaan acara. Hari pertama, kami menerima materi tentang "Attitude" dari kakak A. Nurul Iswani (@andiessee). Lalu, kami pulang sekitar pukul 5.30 Wita.
Hari Kedua:
Hari kedua, dimulai dengan meminta izin untuk mengikuti acara, berhubung hari itu pengurus OSIS termasuk saya mengadakan rapat pembentukan panitia porseni. Sesudah dapat izin dari kakak ketua OSIS saya meninggalkan sekret OSIS dan ikut berbaris dilapangan. Hari itu, kami menerima materi tentang "Sejarah Paskibraka" oleh kakak A. Ilham Nurhadi dan materi kedua "Kepemimpinan" oleh bapak Sahabuddin., S.Pd., M. Si. Kami pulang sekitar pukul 5.30 juga.

Hari terakhir!!!
Ok! Hari ini kami datang jam 5.30 pagi! Langsung baris, melakukan PBB sekitar satujam! Kemudian lari menuju lapangan pemuda dan merayap, baring, menghayati matahari, pokoknya WOW! Setelah selesai, kami disuruh kembali ke sekolah, sesampai di sekolah kami diberi sedikit istirahat untuk sholat. Setelah sholat, kami kemudian melakukan perjalanan di area sekolah untuk menyelesaikan tugas. Diperjalanan ini, disetiap pos saya pasti mendapat oleh-oleh. Seorang kakak senior menyuruh saya untuk selalu berteriak "MERDEKA!!!!!!"
Sekitar pukul 16.00, setelah melewati ujian mental dari kakak senior. Kami semua dinyatakan lulus. Ujian mentalnya cukup bikin hati brskjancjsjvagbdsjcvhw762598o , pokoknya seperti itu. Setelah itu, kami membentuk pasukan untuk penaikan bendera besok (hari senin) WAH! kebersamaan yang sangat hebat pokoknya.

Kebersamaan adalah kunci segala keberhasilan!
Gufkun

Game Master

Bagaimana perasaan kalian saat kalian punya masalah tentang kurang mampu mengatur waktu belajar, kerja ini, kerja itu? Ya, pasti jawabannya ada pada diri kalian. Terutama diri saya yang merasa selalu salah dalam mengatur waktu. Kadang, sudah terhitungkan secara matang-matang, eh karena lupa mau lakukan hal itu, yang lain jadi hancur total, dan hasilnya gak jauh beda yang namanya kegagalan.
 

Nur Yaumi

Minna-san! Ohayoo gozaimasu!

Postingan kali ini, saya akan memberi sedikit informasi tentang kakak kelas yang punya banyak andil dalam kemajuan saya bersekolah di SMA Negeri 1 Bulukumna. Walaupun postingan ini kayak begini, tapi saya sangat menghargai usaha kakak yang satu ini xD

Nama: Nur Yaumi
TTL: Bulukumba, 5 Januari 1997 (beda setahun dengan saya xD)

Katanya, kakak ini suka makanan yang berkuah, jadi yang berkuah itu kek bakso kayaknya xD. Terus minuman kesukaannya es teler xD, warna kesukaannya akai yah merah. Cita-cita mau jadi public relation, pertama saya kira apa, ternyata cita-citanya gak jauh dari yang namanya hotel xD

Mungkin itu saja tentang kakak kelasku yang saya panggil Senpai ini :)

Arigatoo gozaimasu!

Nine One Solidarity (Last Part)

Wah! Ternyata itu tiga tahun yang lalu, kami masih belum bisa seperti ini. Setiap pertemuan pasti ada perpisahannya juga, tapi disetiap perpisahan juga harusnya ada pertemuan (Adakan?). Semua sekarang lagi sibuk-sibuknya urus ini urus itu untuk lanjut di SMA. 

Kadang juga saya flashback, ingat waktu ketemu si itu, si ini, betul-betul kisah-kisah masa remaja yang keren. Tapi, tiga tahun itu cepat sekali rasanya. Baru saja kemarin ikut UN SD eh bulan ini udah UN SMP. Rasanya juga baru daftar masuk SMP kemarin, eh udah mau daftar SMA lagi. Memang waktu tidak pernah lelah untuk berputar.

Kalau saja waktu bisa berputar dan ubah sesuatu di masa lalu, tulisan ini gak akan terpajang di sini. Ada kutipan SMS dari teman.
Terharuka liatki foto-foto Genlas (8.1) dan Nino (9.1) sampai-sampai netes air mataku :'( dak kubayangkan nanti bagaimanami, dak bakalan kayak bgtu mki lagi :'( senang, sedih, gila-gilaan, ketwa-ketawa, nyanyi-nyanyi, cinta-cintaan, sayang-sayangan, mushan, ejekan, dan masih banyak kelakuan aneh'ta semua :'( -- Sherly Utari
Yap, pasti semua cerita akan menjadi sebuah kenangan yang takkan mudah kita lupakan, apalagi itu hal yang paling berkesan dalam hidup itu sendiri. Mungkin hal yang paling menjengkelkan akan menjadi hal yang akan kita rindukan kelak. Baku ejek dengan teman, pukul-pukulan, apalah sebagainya, kita akan ingat itu. Masih panjang cerita kita di dunia, cuma kita saja yang tak tau berapa lembar lagi kertas kehidupan kita.

Di mana pun, kapanpun, kita akan selalu ingat hari itu, kenangan kita semua. Keep solid!

^^ NINE ONE SOLIDARITY


Perpisahan

Kini cerita tentang kita mendekati akhir
Menyongsong hari esok dengan kalian
Kita cukup sampai di sini kawan
Ini bukanlah sebuah akhir

Ini adalah sebuah awal untuk kita
Kita takkan dijajah waktu
Dipisahkan oleh waktu
Waktu akan berpihak kepada kita

Kita akan menjunjung tinggi semua ini
Meski mata telah berlinang
Aku akan basuh dengan semangat
Meski kaki takkan mampu memopang tubuhmu
Aku akan membantumu melawan dunia

Jika matamu tak mampu membedakan
Mana baik mana buruk
Aku juga akan mengingatkanmu tentang baik dan buruk

Meski dulu kau suka menghina dan mencaki
Tertawa lepas saat teman kita sedih
Saat kalian merasa bahagia
Saat kalian bersamaku menimbah ilmu

Ingat!!!
Perpisahan ini adalah sebuah awal

Penganiayaan

Pantaskah sebuah penganiayaan dilakukan kepada siswa? Yup, bagi saya itu sebuah hal wajar, saya kontra dengan UU yang melarang hal itu. Memang dengan cara kekerasan siswa jadi takut dan tidak memiliki motivasi belajar. Tapi, jika dimanja-manja pasti malah guru yang kewalahan meladeninya.

Saya juga biasa menerima hal itu, ya itu tidak masalah. Saya mau menerima hukuuman yang pantas untuk apa yang saya lakukan. Saya kadang merasa emosi, guru setengah mati mengajar, tapi siswa cuma main-main. Mungkin guru juga akan bosan, tapi dengan adanya aturan ini, Guru menjadi sedikit terkekang.

Mulai sekarang, kita tidak boleh lagi menyia-nyiakan UU ini, belajar, turuti apa yang guru katakan, karena guru adalah orang tua kita.

UN?

Hmm... Ini kali kedua saya akan menghadapi UN, yup Ujian Nasional. Sebetulnya UN ini bukan sebuah hal yang memberatkan, tapi bagi saya ini adalah sebuah tantangan yang harus saya lalui. Tapi, kadang ada rasa takut untuk menghadapinya, takut nilai rendah dan susah masuk di sekolah favorit selanjutnya.

Nah! UN tahun ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya, dari hasil try out kemarin, saya cuma berada diperingkat tiga Paling naasnya lagi, sekitar 70% bisa dikatakan di kelas lain belum lulus. Mereka lebih memilih untuk bermain dan membuang waktu mereka tanpa belajar.

Seandainya mereka belajar, pasti hasilnya tidak seperti kemarin. Banyak siswa yang merasa terberatkan dengan adanya UN. Ia memang benar, tapi buat apa merasa seperti itu, kan kita mau melihat seberapa sukses kita memahami dan memperlajari setiap materi  di sekolah.

Banyak juga hanya menghina guru, guru cuma menguasai satu mata pelajaran. Ia memang satu, tapi itukan dimulai saat mereka kuliah mengambil jurusan. Mereka juga pernah SD, SMP, dan SMA, dan mereka juga mungkin mendapatkan UN.

Mulai hari ini, kita nggak usah lagi mengeluh tentang ini. Tapi, tetap optimis dan yakin kita bisa lulus tahun ini.

GANBATTE!!!

Nine One Solidarity (Part 7)

Wah, di kelas semakin seru saja. Mumpun bisa bawa HP ke sekolah meski sembunyi-sembunyi, teman masih sempt untuk foto-foto. Sudah jadi kebiasaan, padahal dengan berbagai model pun itu tetap saja mukanya. Aduh! hehehe. Dilain hal, banyak juga teman yang kerja tugas, wah yang saya bilang di postingan yang lalu, banyak sekali tugas yang menunggu.

Lain lagi yang saya kerjakan dengan teman-teman cowok, kami bermain "MEJIKUHIBINIU" dengan hukuman memukul tangan seperti gambar di bawah. Mainannya sambil ketawa, aduh pokoknya kocak sekali. Di kelas laki-laki cuma 8, sudah lumrah di sekolah kami, karena tahun-tahun yang lebih sedikit lagi laki-lakinya daripada angkatan kami anak kelas IX.1

Mungkin itu saja :)

 Nine

One

Solidarity


We are the best :)

Jatuh Cinta

          Tadi, waktu di sekolah, saya tidak sengaja bertanya kepada teman saya. Saya bertanya, apakah ia pernah jatuh cinta? Jawaban polos terlontar dengan mudah, "Saya belum pernah jatuh cinta." Orang yang saya tanya ini memang enggan untuk berbicara ke rana yang menuju hubungan percintaan remaja sekarang. Di kelas saya memang banyak yang belum pernah pacaran, karena mereka lebih mementinkan pendidikan, termasuk saya (Ini Jujur). Kalaupun bebicara cinta, pasti jawaban paling relevan adalah cinta kasih kedua orang tua kita. Teman yang saya tanya itu juga mengambarkan perbandingan antara cinta dan orang tua. Ia mulai mengambar sebuah lingkaran besar dan sebuah lingkaran kecil yang terlihat seperti titik di sampingnya. Ia langsung berkata, "Yang besar ini cinta kepada orang tua, dan yang kecil ini untuk orang yang nanti ...."

Nine One Solidarity (Part 6)


Nah, tadi itu kami lagi mengadakan rapat dadakan, seperti DPR yang menghabiskan waktu dan tak memiliki hasil dari hasil rapat. Begitu pula dengan kelas kami yang tadi mengadakan rapat. Mengungkapkan pendapat masing-masing dan wajib atau harus dimenangkan.

Kami sebagai laki-laki hanya mengungkap pendapat seadanya, jika tak diterima yang walkout, atau kasih naik kaki di meja. Lihat kakinya temanku, aduh kalau di DPR dilakukan kayaknya bagus (LOL).

Asal kalian tau, masalahnya hanya menutup jendela, telat melaksanakan piket, dan memberi denda bagi yang tidak melaksakan piket.

Tapi, akhirnya ketuanya menyerah dan hampir menyerahkan secara penuh kekuasaan di dalam kelas. Entahlah apa yang terjadi karena yang lihat ketuanya kewalahan menghadapi anggota-anggotanya.